FENOMENA INTERNET DAN PENGGUNANYA
Siapa yang tahu kepanjangan dari internet?
Beberapa minggu yang lalu, jujur dibuat terheran – heran
sama satu hal. Ini memang kampungan tapi let me share something to you dan
sebenernya apa yang membuat ini jadi suatu hal yang membuatku terheran-heran
hehe
Cerita ini berawal dari buku. Buku dengan penerbit x dan ini
adalah buku paket Bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP. Ada seorang anak memang
yang biasa kerumah dan menunjukan latihan dimana pada section itu mengharuskan untuk
mendengarkan recording. “ yaudah ini kita lewati aja ya..”, kataku pas itu.
Tiba-tiba dia mengeluarkan hape dari tas nya. Semula aku kira dia mau memutar
recording yang dia dapat dari gurunya di sekolah. Eh ternyata, dia nunjukin
salah satu aplikasi yang dengan otomatis akan memutar recording sesuai dengan
latian berapa yang pingin kita dengerin. Are you confused reading my
explanation? Good! Haha
Jadi disetiap latihan listening section dari buku yang
diterbitkan oleh x tersebut, selalu ada barcode nya. Fungsi dari barcode itu
adalah kode yang ketika discan lewat hape secara otomatis akan nyambung lewat
internet dan recording suaranya bisa kita putar. Sebelumnya kita perlu download
terlebih dahulu aplikasinya di app store atau di google play store. Nah nanti
aplikasi itu lah yang bisa scan barcode yang ada dibuku. Ini menurutku kemajuan
banget. Waktu aku masih SMP, listening perlu dilab. Dan memakai kaset yang
punya pun cuma guru. Listening section juga jarang kita lakuin. Dulu, hal yang
paling aku ingat, kebanyakan listening section adalah dari guru Bahasa Inggris
kita. Dan nggak memungkiri accent nya pun berbeda. Ketika kita terbiasa
mendengarkan orang bilang/membaca dengan accent indo bahkan jawa, ketika kita
dihadapkan dengan listening section yang menggunakan british atau American
accent, dah pasti kita bakalan kebingungan dan banyak banget vocab yang miss.
In case, nggak semua guru mampu melafalkan accent yang sesuai dengan british
atau American accent.
“Wah keren.” “Canggih bener!”
Dan dari beberapa cerita yang aku denger pula, satu diantaranya
cerita tentang pengajaran di salah satu sekolah x. Dimana dia kurang menyukai
pengajaran yang mana guru hanya menjelaskan garis besarnya saja dan siswa
dituntut untuk memahami materi sendiri. Sebetulnya ini tidak asing dan aku
nggak kaget dengernya. Setahuku dibangku kuliah kemarin memang seperti ini ciri
khasnya K13. Jadi K13 atau kurikulum 2013 yang mengalami beberapa kali revisi
ini sejatinya berbeda jauh dengan KTSP. By the way, ketika aku masih SMP-SMA
masih KTSP. Perbedaan yang mendasar, jika KTSP guru menerangkan materi secara
panjang lebar (teacher center), berbeda dengan K13 dimana yang berperan aktif
memahami materi terlebih dahulu adalah siswa (student center). Di k13
diharapkan siswa mempelajari materi terlebih dahulu dan memahaminya. Ibarat anak
kecil yang makan, jika KTSP anak tsb makan dengan disuapi ibunya, sedangkan K13
anak tsb makan dengan tangannya sendiri, ibu hanya menyediakan makanannya aja. Seperti
itu kurang lebih perbedaannya. Namun, memang benar. Sesuatu yang baru
diimplementasikan itu akan memberikan dampak yang positif dan negative kepada
anak-anak. Terlebih beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Menurut pendapatku,
konsep K13 ini sudah bagus sih, karena lebih menekankan kepada pembelajaran
aktif/ active learning gitu.
Dari hal tersebut, permasalahan yang sering aku dapati
adalah anak kebingungan dalam memahami materi. Ternyata eh ternyata hal
tersebut tentu ada solusinya. Disamping mengikuti les, ada hal yang memudahkan
mereka dalam belajar dan memahami materi pelajaran. Apakah itu?
Di era digital dan fenomena internet yang mewabah seantero
jagad ini ternyata membawa dampak baik ke pendidikan. Satu contoh yakni, siswa
mengalami permasalahan tentang mengerjakan soal matematika, ternyata ketika
kita coba membuka di youtube dan search semua nya ada lengkap dengan cara
mengerjakannya secara runtut berikut jawabannya. Mantab…. Sedikit flashback
ketika mengerjakan skripsi, aku dibuat kebingungan dengan cara mengolah data parametric
dan non parametric. (nah, ini sebenernya udah dipelajari di semester 5 entah
kenapa ketika penelitian blank nggak tahu apa – apa). Hal yang pertama aku
lakukan adalah bertanya. Bertanya teman, jawaban yang aku dapatkan adalah
sama-sama bingung. Selanjutnya yakni Tanya mbah google dong. Ada beberapa
penjelasan. Lanjut searching di youtube ada beberapa channel yang
memperlihatkan perbedaannya secara gamblang. Dan sampailah kita nanti ke
pengolahan data seperti t-test, mann whitney dll. Ini kalau mau di youtube
banyak banget yang memberikan cara/tutorial cara mengolah datanya. Singkat ceritanya,
youtube dan google itu benar-benar membantu penelitianku sebelum aku
konsultasikan ke advisor, biar nggak malu-maluin lah ketika ditanya-tanyain. Hehehe
Dipikir-pikir hal yang ku alami ini hampir sama dengan yang
dialami siswa-siswi masa kini. Semakin canggihnya masa sekarang, dan dengan
adanya internet memdahkan penggunanya, termasuk pelajar/siswa. Seyogyanya memang
internet digunakan dengan sebijak mungkin dan dimanfaatkan sebaik mungkin. InsyaaAllah,
kalau digunakan dengan bijak, dampak yang baik akan memberikan efek yang baik
pada kita sendiri. Sebaliknya, jika internet digunakan dengan tidak bijak maka
akan memberikan efek yang buruk pula, seperti halnya bermain game online
sehingga lupa belajar, atau bermain social media terlalu lama yang memberikan
pengaruh malas belajar pada kita. Yakan?
Maka, semua itu memang harus balance. Tidak harus menutup
akses misalkan “tidak boleh bermain game”, “ tidak boleh main hp” , atau “tidak
boleh main sosmed”. Asal kita berkomitmen tidak ada dampak negative untuk
belajar kita/ prestasi kita. Kalau kita saja tidak mau komitmen dan istiqomah
dalam belajar kita atau prestasi cenderung menurun tentulah kita baiknya
menghindari atau mengurangi intensitas kita dalam penggunaan internet dan
hp/gadget lainnya. Yakan?
Semangaaaat!
Comments
Post a Comment